Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Bertahan Pada Kenaikan Jelang Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok
Monday, 9 June 2025 07:52 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak mempertahankan kenaikan minggu lalu pada Senin(9/6) pagi karena investor menunggu pembicaraan dagang AS-Tiongkok yang akan diadakan di London pada sore hari.

Harga minyak mentah Brent datar pada $66,47 per barel pada pukul 00.08 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS diperdagangkan naik 1 sen pada $64,59.

Prospek kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok mendukung harga karena tiga pembantu utama Donald Trump akan bertemu dengan rekan-rekannya di London pada Senin untuk pertemuan pertama mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan AS-Tiongkok.

Pengumuman pada Sabtu tersebut menyusul panggilan telepon langka pada Kamis antara para pemimpin tertinggi kedua negara, dengan keduanya berada di bawah tekanan untuk meredakan ketegangan karena kontrol ekspor Tiongkok pada tanah jarang mengganggu rantai pasokan global. Harga minyak membukukan kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu menyusul berita tersebut.

Laporan pekerjaan AS yang menunjukkan pengangguran tetap stabil pada bulan Mei tampaknya meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, yang selanjutnya mendukung kenaikan minggu lalu. Data inflasi dari Tiongkok pada Senin pagi akan memberikan gambaran permintaan domestik di negara pengimpor minyak mentah terbesar di dunia.

Data ekonomi dan prospek kesepakatan perdagangan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak mengalahkan kekhawatiran tentang peningkatan pasokan OPEC+ setelah kelompok tersebut mengumumkan kenaikan produksi besar lainnya untuk bulan Juli pada tanggal 31 Mei.

HSBC memperkirakan OPEC+ akan mempercepat kenaikan pasokan pada bulan Agustus dan September, yang kemungkinan akan meningkatkan risiko penurunan terhadap perkiraan bank sebesar $65 per barel Brent dari kuartal keempat tahun 2025, menurut catatan penelitian pada hari Jumat.

Peneliti Capital Economics mengatakan mereka percaya bahwa "laju peningkatan produksi (OPEC+) yang lebih cepat ini akan bertahan lama". (zif)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS